Thursday, 15 December 2016

MURIA GREEN TRAIL ADVENTURE start/finish waduk seloromo gembong


tgl 18 Desember '16,,,ada event lagi di PATI Jateng.. MURIA GREEN TRAIL ADVENTURE.. Dihadiri lgsg oleh Ibu. Mentri LH & Kehutanan Dr. Ir. SITI NURBAYA,,beserta Bpk. KomJen Pol BUDI WASESO selaku kepala BNN Indonesia.. 

505 Pedagang di PASAR GEMBONG wajib pemutihan atas nama memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

D:\J O B\2015\@PATI\pasar kab. Pati\foto survey\Pasar Gembong (RAIS)\P_20150214_115638_PN.jpg



Sunday, 20 November 2016

Tiga Jasad Nelayan Korban Tabrakan Kapal di Tuban Ditemukan

 Tuban - Tiga dari 15 nelayan yang hilang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu sore 20 November 2016. Jenazah tiga nelayan ditemukan tak jauh dari Kapal Motor Mulya Sejati yang terbelah akibat ditabrak Kapal Thailand MV Thaison IV.

Kepala Seksi OperasionalBasarnas Surabaya, Gusti Anwar mengatakan tiga jasad ditemukan setelah tim gabungan mengintensifkan pencarian di sekitar bangkai Kapal Motor Mulya Sejati, tak jauh dari Pelabuhan Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.

Begitu badan kapal digeser, kata dia, tiga korban menyembul dari air. Padahal pencarian dengan helikopter dan kapal motor sempat kesulitan. Ketiga korban akhirnya dievakuasi dan dibawa ke daratan, sekitar pukul 14.15 waktu setempat.

Pencarian para korban melibatkan Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Jawa Timur dan nelayan lokal, mulai Minggu pagi hingga petang. ”Masih diteruskan,” ujar Gusti Anwar di Tuban, Minggu, sore.

Sebab, masih ada 12 nelayan yang hilang di perairan laut Jenu, Tuban, pada 19 November 2016. Pencarian bakal berlanjut hingga Senin 21 November 2016. Sebelum kecelakaan, Kapal MV Thaison IV dengan 22 orang awak berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya . Posisinya sekitar 8 mil di sebelah utara pelabuhan TPPI. Sedangkan Kapal Mulya Sejati dengan 27 orang nelayan sedang lego jangkar, penumpangnya tidur.

Sebanyak 12 korban sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara itu, semula 15 nama Anak Buah Kapal (ABK) kapal Indonesia masih belum diketahui nasibnya. Tiga jasad yang ditemukan belum diketahui identitasnya.

Namun dari lima belas nama tersebut adalah Anto, Jarto, Wanidi, Rasiti dan Warno, berasal dari Kabupaten Pekalongan. Kemudian Cahyono, Purnomo, keduanya berasal dari Ngerang. Joko Purnomo berasal dari Pasucen, TrangKil, Pati. Nur Slamet dari Margotuwu, Sunardi dari Telogomojo, serta Karjani dari Rembang dan Bayu dari Kabupaten Kudus. Dalam daftar pencarian juga ada tiga orang berasal dari Kudus dan dua dari Gembong, tetapi identitasnya tidak ada.

“Datanya sudah kami sebarkan,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono,dalam keterangannya, Minggu 20 November 2016.

WHY

Tabrakan di Tuban, Kapal Mulya Sejati Terbelah Dua

Kapal Thaison 4 berbendera Vietman dengan nomor kapal GT 8216 AIMO 9370587 bertabrakan dengan kapal motor Mulya Sejati asal Pati, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2016).
Kepala Kantor SAR Surabaya Mochamad Arifin menyebutkan bahwa akibat tabrakan tersebut kapal motor Mulya Sejati terbelah dua. Oleh karena itu, personel pun diturunkan untuk mencari korban yang diketahui belum ditemukan.
Kapal terbelah dua. Personel terlungkup. ABK yang selamat 12 orang. Sedangkan 15 orang masih dalam pencarian Kapal KN225 basarnas. Personel di sandar di mv yang menabrak," ujarnya kepada Potret Gembong Sabtu (19/11/2016).
Arifin mengatakan bahwa kendaraan rescue dengan tujuh personil ikut membantu. Selian itu, ada pula heli Dolphin yang diturunkan untuk mencari korban yang hilang.
"Kapal KN225 kantor SAR Surabaya dengan personel 15 orang rescue truk 7 orang heli dolpin personel 6 orang potensi SAR, Pol Air dan BPBD Tuban," WHY


Friday, 18 November 2016

Niamah warga Desa Bringin Kecamatan Gembong tetap tekuni pembuatan arang dari batok kelapa.

Siapa yang menyangka, sampah batok kelapa yang biasanya di buang di tempat sampah bisa dimanfaatkan menjadi bahan kimia dan penyulingan air bersih. Itulah yang menjadi alasan Niamah warga Desa Bringin, Kecamatan Gembong tetap tekuni pembuatan arang dari batok kelapa.

Sunday, 13 November 2016

KAPTEN ABDUL WAHID DANRAMIL GEMBONG


NAMA: ABDUL WAHID
PANGKAT/CORP: KAPTEN ARH
NRP: 594944
JABATAN: DANRAMIL 11/GEMBONG
SATUAN: KODIM 0718/PT
TANGGAL LAHIR: 21-06-1962
TEMPAT LAHIR: PATI
SUKU BANGSA: JAWA
AGAMA: ISLAM

CERIPING KETELA RASA BAWANG dari DESA PLUKARAN, GEMBONG, PATI

Selain menjadi petani, selangkah lebih maju, masyarakat desa Plukaran juga membuka industry rumah tangga yang memanfaatkan hasil pertanian domestik. Mereka mengolah hasil pertaninan tersebut menjadi aneka  olahan makanan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan pasar yang lebih luas. Beberapa UKM yang telah berkembang yaitu:

1.       CERIPING SINGKONG
Produksi ceriping singkong yang terkenal akan rasanya yang khas serta banyak digemari berlokasi di dusun Bengkal, Desa Plukaran. Di dusun ini terdapat empat industry rumah tangga ceriping singkong yang dikelola secara individu namun mereka tergabung dalam sebuah kelompok mitra. Mereka adalah:
1.       Ibu Karsini dengan label “PITALES”, telah mendapat PIRT dari Dinas Kesehatan.
2.       Ibu Sripah dengan label “PUTRI SINGKONG”
3.       Ibu Fuati dengan label “CERIPING KETELA RASA BAWANG”, dan
4.       Ibu Arif yang tergolong baru dan belum memberikan label pada produknya.

Keempat jenis ceriping ini memilki kemiripan rasa tetapi jika dirasakan betul-betul masing-masing memiliki rasa yang khas juga tekstur dan tingkat keempukan serta kerenyahan yang berbeda. Meskipun demikian, proses pembuatan yang dilakukan keempat produsen ini memiliki langkah-langkah yang sama yakni sebagai berikut:

-          Pengupasan singkong (kulit singkong bisa digunakan sebagai makanan ternak)

-          Pemotongan singkong menjadi bagian yang tipis-tipis, bisa berbentuk melingkar atau memanjang

-          Perebusan singkong yang telah dipotong, singkong direbus hingga agak empuk tapi tidak terlalu matang

-          Perendaman. Setelah singkong direbus, singkong direndam dalam bak atau ember besar selama dua hari

-          Penjemuran. Setelah direndam, singkong dijemur dibawah sinar matahari hingga benar-benar kering

-          Setelah dijemur, bakal ceriping ini dibumbui secara merata

-          Pengorengan

-          Pengemasan


Proses produksi ini rata-rata memakan waktu 3-4 hari sampai proses pengemasan.


Keempat ceriping singkong ini telah memiliki pelanggan masing-masing sehingga mereka tak perlu memasarkannya lagi.  Meski berbeda-beda dalam hal rasa dan tekstur keripik yang dihasilkan, serta memiliki brand yang bersaing, dalam hal pemasaran keempatnya selalu over-demand. Bahkan, mendekati hari raya mereka sampai menolak beberapa permintaan karena tak bisa memproduksi ceriping sesuai jumlah permintaan, rata-rata, mereka hanya mengolah 2-4 sak singkong dalam satu hari. Kurangnya produk ini  dikarenakan beberapa faktor diantaranya cuaca, karena dalam proses pembuatannya mengandalkan sinar matahari untuk proses penjemuran, dan faktor ketersediaan bahan baku singkong.
Telah ada inisiatif yang ditawarkan sebagai alternative sinar matahari yaitu oven untuk mengeringkan singkong yang telah direndam. Namun, mereka selalu berdalih bahwa penjemuran alami akan memberikan cita rasa yang khas dan mereka lebih memilih bertahan dengan mengandalkan cuaca meski terkadang cuaca tak bisa diandalkan dan berdampak pada berkurangnya hasil produksi.
Mereka tak berinisiatif untuk memperluas usaha mereka dan menarik pekerja dari luar, selama ini mereka hanya mengandalkan tenaga dari keluraga sendiri. Hal ini dikarenakan tidak adanya tempat produksi yang luas jika ingin memprluar usaha dan pesimisme mereka akan cuaca yang terkadang tak bisa diandalkan. Mereka telah cukup puas dengan hasil yang mereka peroleh sejauh ini.
Berikut adalah daftar harga ceriping singkong untuk masing-masing brand.

A.      Ibu Karsini “PITALES”

CP: 085740720663
Lingkup pasar            : Pati, Colo, Kudus
-Telah mendapat PIRT dari Dinas Kesehatan
-Juga memproduksi ceriping pisang
Harga dalam kemasan yang ditawarkan pada pengepul:
2 ons             :               Rp3500
¼ kg               :               Rp5000
½ kg               :               Rp10000
2 kg                :               Rp35000
2.5 kg            :               Rp43000
Harga di pasar akan lebih tingga lagi

B.      Ibu Sripah “PUTRI SINGKONG”
CP: 0858655600195
Tahun berdiri             : 2007
Lingkup pasar            : Gembong dan sekitar Muria
½ kg               :               Rp20000

C.      Ibu Fuati “CERIPING KETELA RASA BAWANG”
Tahun berdiri                     : 2011
Lingkup pasar                    : Gembong
2 ons             :               Rp3000
½ kg               :               Rp9000
1kg                 :               Rp18000